Home » , » Fenomena kawah ratu gunung salak

Fenomena kawah ratu gunung salak

Written By Trik dan berita on Minggu, 13 Mei 2012 | Minggu, Mei 13, 2012

Kawah Ratu berada di ketinggian 1. 338 meter di atas permukaan laut. Kawah Ratu dapat di tempuh dengan berjalan kaki selama 3. Dengan rute yang terbilang mudah, Anda akan dapat menemui banyak tanaman kantong semar dan anggrek hutan selama perjalaan.

Suasana hutan tropis begitu kental terasa hingga banyak satwa, seperti elang jawa, matoa, bahkan macan kumbang terlihat di sini. Suasana pegunungannya kental dengan nuansa petualangan, suhu udaranya mencapai 10-24 derajat Celsius dan hutan termasuk dalam golongan hutan tadah hujan karena hujan turun hampir setiap hari.

Tidak hanya daya tarik kawah belerang yang ditawarkan kawasan wisata Kawah Ratu yang berada dalam naungan Taman Nasional  Halimun Gunung Salak (TNGHS). Ada piua Sungai Cikuluwung, airnya bening hingga dasar sungai terlihat kekuningan yang bercampur warna putih. Banyak wisatawan lokal memanfaatkannya untuk berendam dan melepas lelah setelah berjalan menembus hutan.

Tidak sedikit dari pengunjung memanfaatkan air sungai sebagai media pengobatan, terutama untuk mengobati penyakit kulit. Banyak juga yang mengambil belerang untuk dibawa pulang. Namun, proses pengambilan belerang tidak mudah karena belerang yang bagus letaknya tepat di lubang kawah yang sewaktu-watu dapat menyemburkan asap panas. Jika tidak ahli, akibatnya bisa fatal dan menyebabkan kematian.

Meski Kawah Ratu masih menunjukkan aktivitas geologinya, vegetasi tumbuhan di sekitarnya tidak terganggu. Ini terlihat dari beberapa tumbuhan yang hidup, seperti romogiling (Sceferra actinophylla), yang ujung daunnya berbentuk agak bulat dan hidup di sekitar kawah. Sedangkan tumbuhan yang lainnya terlihat kering kerontang karena hawa panas dari kawah tersebut.

Meski unik, fenomena alam Kawah Ratu ternyata cukup berbahaya. Pasalnya, tidak sedikit nyawa wisatawan yang pernah hilang di sana.

Popular Posts

VIDEO LUCU HARI INI

Blog Archive

Top Dan Unik. Diberdayakan oleh Blogger.
Topics :