Home » » Tragedi jatuhnya pesawat sukhoi superjet 100

Tragedi jatuhnya pesawat sukhoi superjet 100

Written By Trik dan berita on Kamis, 10 Mei 2012 | Kamis, Mei 10, 2012

Suka cita menaiki pesawat Sukhoi Super Jet 100 justru berujung duka.Di Halim, joy flight yang dilakukan Sukhoi untuk kali pertama selama 35 sampai 40 menit berjalan mulus. Namun pada saat joy flight kedua Sukhoi hilang kontak. Terakhir koordinat pesawat berada di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam joy flight ini Sukhoi mengundang 100 orang dari industri penerbangan. Banyak juga pejabat dari beberapa maskapai penerbangan Indonesia yang ikut, diantaranya Direktur Operasional Kartika Airlines Capt Aan Suhadiana dan Direktur Operasional Pelita Air Darwin Pelawi. Dua wartawan dari TransTV dan majalah Angkasa juga menjadi penumpang.

Banyak pertanyaan mengapa pesawat ini bisa jath, bahkan ada yang mengatakan karena gunung salak memiliki nilai mistis sehinga jika melewati gunung tersebut haruslah permisi, ada juga yang mengatakan ada keanehan penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

ada sumber juga mengatakan kalau terbang di gunung salak seharusnya ketinggian pesawat minimal 7.000 kaki, sedangkan pesawat sukhoi sendiri terbang dengan ketinggian 6000 kaki.

Apakah  ada kesalahan selama persiapan ekspedisi penerbangan uji coba pesawat sipil terbaru buatan Sukhoi itu, yang berakhir tragis di Indonesia.

Pengusutan ini termasuk para teknisi yang mempersiapkan penerbangan. Tim itu juga akan memeriksa pihak perusahaan pesawat sipil Sukhoi yang terlibat dalam pembuatan pesawat dan persiapan misi ke enam negara.

Pesawat bermesin ganda tersebut menghilang dari radar, Rabu 9 Mei 2012, sekitar 50 menit setelah penerbangan eksebisi (joy flight) tahap kedua. Penerbangan ini membawa 42 penumpang dan 8 awak pesawat.

kabar terbaru mengatakan kecelakan terjadi karena ruang hampa yaitu Turun drastis dalam waktu relatif singkat dari 10.000 kaki ke 6000 kaki.

Popular Posts

VIDEO LUCU HARI INI

Blog Archive

Top Dan Unik. Diberdayakan oleh Blogger.
Topics :