500 Ribu Komputer Mati di Amerika

500 Ribu Komputer Mati di Amerika: FBI amerika serikat akhirnya menonaktifkan perangkat lunak yang terserang Malware Domain Name Service (DNS) Changer. Terhitung aksi ini akan menonaktifkan sekitar 500 ribu pengguna komputer di seluruh dunia yang terinfeksi program berbahaya pada komputer mereka.

FBI mengambil langkah tersebut dalam upaya untuk menutup DNSChanger, yang diduga merupakan malware jahat hasil kreasi para peretas Eropa Timur. Tidak diketahui berapa banyak komputer di Inggris yang terkena, tetapi 12 persen dari 500 perusahaan top AS telah terinfeksi termasuk Macintosh.

Marcin Kleczynski, chief executive Malwarebytes, yang membuat software gratis yang dirancang untuk melawan malware, mengatakan FBI menonaktifkan server untuk memberikan waktu kepada pengguna yang terinfeksi untuk menghapus malware tersebut.

Sementara itu, menurut posting blog F-Secure, sebuah statistik yang dirilis bulan lalu menduga lebih dari 300 ribu alamat IP (Internet Protocol) unik masih dipengaruhi DNSChanger. Sebagian besar atau hampir 70 ribu diantara alamat IP tersebut berada di Amerika Serikat (AS).

Temuan malware ini sebenarnya berawal pada November 2011, tatkala FBI menyita dan menutup sekira 100 server yang telah menginfeksi jutaan komputer dengan DNSChanger. Mesin yang terinfeksi tersebut pengaturan DNS-nya (Domain Name System) telah diubah sehingga website dapat mengarah ke server yang dikendalikan penjahat.

Di kabarkan Juga,akibat ulah para penipu dunia maya itu, mereka berhasil meraup keuntungan hingga jutaan dolar. Karena itu, FBI berencana mematikan server nakal tersebut namun dengan resiko komputer yang terinfeksi akan kehilangan akses ke internet. FBI pun akhirnya diperintahkan oleh pengadilan untuk mempertahankan server-server tersebut dan memberi waktu kepada pengguna untuk membenahi komputernya.