Ini Nasehat Sebelum Anak Remaja Mulai Pacaran

Pada usia remaja, anak mulai mengenal cinta dan ingin coba-coba pacaran. Melarang atau mempersilahkan mereka pacaran sama-sama tidak dibenarkan. Lantas, langkah apa yang harus diambil orangtua?

Remaja Mulai Pacaran

Ketika anak mulai pacaran, orangtua disarankan menjadi sahabat. Anda tidak perlu mengatakan ‘boleh’ atau ‘tidak’, biarkan saja mereka menjalani. Tapi, pastikan Anda selalu berada di sisi mereka untuk menjadi pendamping dan memantau setiap langkah yang mereka lakukan. Tapi, sebelumnya bekali anak dengan beberapa hal berikut.

Mengatur usia kencan yang tepat

Semakin cepat orangtua mengatur, maka semakin baik. Dokter dari Denver Health Medical Center Amerika Serikat, Ron Eagar mengatakan, usia 16 tahun adalah waktu tepat untuk memberi tahu anak boleh memiliki teman dekat . Jangan marah ketika anak meminta usia yang lebih muda. Katakan, “Saya mengerti, kamu tidak akan berkencan sebelum usia 16." Lakukan riset untuk memberi penjelasan pada mereka mengenai kedewasaan.

Menghormati perasaan mereka

Wajar remaja mulai naksir seseorang sebelum usia 16 tahun. Orangtua tak perlu marah, hormati perasaan mereka. Psikolog Remaja, George Comerci mengatakan, "Orangtua tidak boleh mencemooh cinta pertama anak. Ini adalah hubungan intim pertama mereka dengan seseorang di luar keluarga. Bantu anak bersikap baik dengan orang yang mereka taksir.

Jujur kepada anak

Mereka perlu tahu bahaya kencan. Ajari mereka cara melindungi diri dan tidak terlalu tunduk dengan kasih sayang dari teman dekat yang dapat mengakibatkan pemerkosaan. Beritahu cara menolak godaan agresif teman mereka. 

Bicara soal perasaan seksual dan cara tepat berpacaran

Beritahu mereka memberi ciuman pada teman dekat adalah kesalahan besar. Sebab, terlalu banyak ciuman dan pelukan bisa mengarah ke hubungan intim yang terlarang. Arahkan anak agar dapat menjaga perilaku sebelum menikah.

Jelaskan bahaya seksual

Selain sakit hati berpacaran juga merusak kesehatan fisik. Seperti masalah reproduksi, kesehatan janin dan perinatal, Kanker, dan HIV Aids.

Jangan menakuti tentang seks

Jelaskan pada anak, seks baik dilakukan jika sudah menikah. Beritahu pula tentang dosa dan aturan agama tentang seks sebelum menikah. Orangtua tidak boleh memberi informasi palsu tentang mitos-mitos seks.

Nah itu dia Nasehat yang bisa Anda lakukan kepada Anak Remaja Anda yang mulai Pacaran. Semoga Bermanfaat